Tujuh Nafsu Iringi Perjalanan Manusia

SEMARANG – Setidak-tidaknya terdapat tujuh jenis nafsu dalam diri manusia. Ketujuh nafsu itu adalah nafsu amarah, lawamah, marhamah, mutmainah, rodhiyah, kamaliyah, dan mardiyah. ”Ketujuh nafsu ini ada dalam diri manusia. Tinggal mampu mengaturnya apa tidak. Ruang lingkup tentang nafsu ini kami sadur dari kitab Qatrul Asghor,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Addainuriyah 2, KH Dzikron Abdullah menyampaikan tausyiah saat acara mujahadah kubro di Pondok Pesantren Addainuriyah 2, Jalan Sendang Utara Raya No 38AGemah, Kecamatan Pedurungan, Semarang, semalam.

Beliau menjelaskan, nafsu amarah adalah nafsu yang selalu memerintahkan kejelekan atau†berbuat dosa yang berulang-ulang. Misalnya, sifat pelit, dengki, sombong, marah, cinta dunia, dan sejumlah sifat buruk lainnya.

Berikutnya, nafsu luwamah yang berarti menyesali perbuatan maksiat setelah melakukannya. ”Misalnya, pamer, menggunjing, ujub (membanggakan ibadah) mengikuti kesenangan, menipu. Cara menguranginya dengan mengubah diri menjadi lebih baik,” paparnya.

Selanjutnya, nafsu mulhimah yang berarti berusaha mendapatkan ilham untuk berbuat kebaikan. Misalnya, sifat dermawan, kanaah (menerima), taubat, tawadu (rendah hati), sabar, lemah lembut dan sejumlah sifat baik lainnya. Kemudian, nafsu mutmainah yang berarti sudah tenang, tenteram, dan selamat dari sejumlah sifat tercela. Misalnya, tawakal, bersyukur, takut kepada Allah, dan sejumlah sifat lainnya. ”Allah SWT berfirman: Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang damai dan diridainya,” kata Kiai Dzikron mengutip salah satu ayat dalam Alquran.

Berikutnya, nafsu rodhiyah†yang berarti sudah rida terhadap semua ketentuan dan kehendak Allah. Misalnya, zikir (ingat kepada Allah), ikhlas, wafa (menepati janji), warak (menjaga dari perkara yang masih samar samar dalam Islam), zuhud (tidak silau dunia). ”Nafsu mardhiyah†secara umum nafsu yang sudah mendapatkan rida Allah. Terakhir, nafsu kamaliyah†atau yang berarti nafsu sudah bersih dari semua sifat tercela,” imbuhnya.

Mujahadah diikuti ribuan orang. Mereka mengikuti dengan khidmat dari awal sampai akhir. Selain jamaah dari Kota Semarang, ada beberapa jamaah dari luar Semarang seperti, Kudus, Jepara, Demak, Grobogan, Ungaran, Kendal, dan sejumlah daerah lainnya. (arw-40)

Sumber : Suara Merdeka

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close