Teruntuk Penerbit Cahaya Hati

Puisi oleh : Sholikhatun, santri putri Addainuriyah Dua

Abah yai,
Kala diriku tersesat dalam jurang kehinaan
Engkau terbit bak lentera menyinari relung sukmaku
Engkau bagai lentera tahajjud kerinduan
Engkaulah sang lentera, cahayamu menembus saraf nadiku
Abah,
Kami hanya insan rendahan
Bimbinganmu membukakan harapan
Ketika aku menjadi santrimu
Menjadikan terpeliharanya hatiku
Cucuran air mata tak dapat kubendung melihat senyummu
Kala itu hidayah datang, sehingga kebenaran itu terpancar dari sanubariku

Sering berjalannya waktu, seiring detik-detik menyakitkan,
miladmu kian bertambah
Takut mendalam berbinar dalam setiap langkah
Semoga mimpi menjadi nyata
Nggih abah,
jasadmu hitungan detik semakin harum mewangi, seperti jasadnya baginda Rasulullaah shalallahu alaihi wassalaam
Engkau yang terpatri di dalam hati
doakan kami,
mengejar demi akhirat meniti ridho Ilahi.

Rindu kami,
Terlampias bak mengayuh sepeda agar cepat tertuju padamu.
Doa kami, untuk sang penerbit cahaya hati, Abah yai.

Sugeng ambar warsa Abah..
Mugi tansah pinaringan sehat lan panjang umur.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close