Silaturrahim Ulama Thoriqoh Umaro TNI Dan Polri

Ratusan Kiai tarekat dari berbagai daerah datang dan berkumpul di dalam Masjid Atthohiriyah Al Khasaniyah, Kamis (27/6). Mereka berasal dari Jatim, Jateng, Jabar, DIY hingga DKI. Para pejabat mau pun ulama juga hadir dalam acara Halalbilahal dan Silarturahim yang diinisiasi oleh Idaroh Aliyyah amiyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) pimpinan Habib Muhammad Luthfy Bin Yahya.

Banyak hal yang disampaikan Habib Luthfy dalam tausiahnya. Salah satunya rasa nasionalisme generasi muda bangsa Indonesia semakin mengendur. Sebab, generasi bangsa, banyak yang lupa atau bahkan tidak tau asal usul mau pun sejarah berdirinya bangsa ini.

”Apakah mereka mengerti mengapa merah putih dipilih? Apakah mereka mengerti bahwa kandungan harga diri bangsa, jatidiri bangsa, kehormatan bangsa ada dalam merah putih? Apakah anak-anak kita mengerti?,” tanya Habib Luthfy, kepada segenap hadirin yang hadir dalam Halalbihalal dan Silaturahim bersama ulama, umara, TNI, Polri di Masjid Atthohiriyah Al Khasaniyah, Kamis (27/6).

Untuk itu, dia mengingatkan akan pentingnya arafa nafsahu atau mengenali diri sendiri. Kembali lagi pada kata-kata para ulama, barang siapa mengenali dirinya sendiri maka akan mengenali tuhannya. Memang dalam dunia tasawuf terlalu tinggi untuk mengetahui makna tersebut.

“Diambil sederhananya saja. Orang yang mengenal pribadinya akan menjadi orang yang arif. Ini penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Disampaikannya, para ahli tarekat dalam setiap pengobatan menitikberatkan pada jiwa. Pada lagu Indonesia Raya pun liriknya mendahulukan kata bangunlah jiwanya, baru bangunlah badannya. Karena jiwa seseorang merupakan sumber segala sesuatu atas yang dilakukan.

Jiwa nasionalisme inilah yang perlu dibangun dan ditumbuhkan, agar Indonesia tidak terpecah belah. Jiwa nasionalisme ini juga akan membuat kerukunan, persatuan, semakin kuat. Meski berbeda-beda, namun bila memiliki jiwa nasionalisme maka persatuan akan kuat.

”Bagaimana kerja sama antarorgan yang ada di dalam tubuh manusia. Meski dalam satu tubuh, namun memiliki tugas dan fungsinya yang berbeda-beda. Masing-masing bekerja sama sehingga menjadi hal yang baik dalam tubuh. Ini mencerminkan bagaimana seorang manusia harus hidup,” contohnya.

Sementara itu, KH Dzikron Abdullah berterimakasih karena telah diberikan amanah oleh Habib Luthfy sebagai tuan rumah. Dikatakannya, meniru Rasul, bila datang orang mulia maka muliakanlah. Pada kesempatan ini, banyak datang ulama, umara, dan tokoh masyarakat, maka sudah sepantasnya pula memuliakan mereka.

Diceritakannya, pada suatu ketika, Rasul kedatangan seorang tamu dari kalangan pejabat bernama Jarir bin Abdullah. Karena penuh, Jarir bin Abdullah tidak mendapatkan tempat duduk. Kemudian Rasul melepaskan sorbannya untuk dijadikan alas tempat duduk, namun Jarir bin Abdullah.

”Jarir memungut sorban itu, sembari berdoa, muliakanlah Rasul sebagai memuliakan aku ya Allah,” ungkapnya.

(Mohammad Khabib Zamzami/CN40/SM Network)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close