Sejarah Pondok Pesantren Addainuriyah Dua Semarang

Pondok Pesantren Addainuriyah Dua Semarang bermula dari pengajian Jum’at bertempat diserambi rumah Pendiri sekaligus Pengasuh, KH. Dzikron Abdullah. Beliau selain menjadi pendiri dan pengasuh pondok pesantren, juga pernah menjadi dosen senior di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang pensiun pada tahun 2015, serta menjadi ketua Thariqoh Se-Jawa Tengah. Materi yang disampaikan beliau pada kajian Jum’at sekitar tahun 1980, masih terbatas pada tafsir Al-Qur’an yang disertai tanya jawab.

Semakin berkembangnya pengajian tersebut, melalui berbagai pertimbangan, majlis ta’lim tersebut berganti menjadi Pengajian Malam Senin (sampai sekarang). Kajian kitabnya mulai bertambah, diantaranya Kajian Tafsir dan Kajian Fiqih. Perkembangan Pengajian semakin bertambah pesat hingga didirikanlah pondok pesantren.

Pondok Pesantren Addainuriyah Dua semarang merupakan pesantren salaf dengan basis modern yang terletak di tengah kota Semarang. Di desain khusus untuk menjawab tantangan global dan tuntutan masyarakat. Pondok pesantren ini ikut serta berperan dalam rangka menyiapkan dan pemenuhan generasi bangsa yang mengedepankan profesionalisme, kualitas, mempunyai kedalaman spiritual, ilmu pngetahuan dan berakhlaqul karimah.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close