MUJAHADAH KUBRO dan HAUL MBAH SAJAD 2020

“Marhaban ya Marhaban”, selamat datang kepada para jamaah, santri, dan masyarakat pada umumnya serta penulis pada khususnya. Selamat datang saya haturkan kepada hamba Allah yang rindu untuk berkumpul, bershilaturohmi, bertolabul ngilmi dan bermunajat bersama dalam majelis mulia MUJAHADAH KUBRO PP ADDANURIYAH 2 SEMARANG yang insyaallah rutin digelar setiap ba’da maghrib ahad pon atau malam senin wage. Bagaimana hati tidak rindu, 4 bulan pengajian ini vakum karena adanya badai pandemi covid 19 yang membekukan seluruh dunia di berbagai aspek kehidupan termasuk kajian islam yang terpaksa dinonaktifan terlebih dahulu sebagai ikhtiar memutur rantai penyebaran virus.

Alhamdulillah, pemerintah Indonesia telah memberlakukan new normal. Sehingga melalui segala pertimbangan dan kerjasama berbagai pihak, MUJAHADAH KUBRO PP ADDANURIYAH 2 SEMARANG kembali diselengggarakan pada tanggal 26 Juli 2020 / 5 Dzulhijah 1441H. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, para jamaah yang hadir diperkenankan memakai masker, diukur suhu tubuhnya dengan thermogun, mencuci tangan dengan handsanytizer, membawa sajadah kiyamabak, menjaga jarak duduk dan tidak diperkenankan bersalaman selepas acara selesai dengan pengasuh PP Addanuriyah 2 Semarang Abah Yai KH Dzikron Abdullah. Bagi jamaah yang tidak bisa hadir atau berada di luar kota disediakan fasilitas live streaming youtube oleh Tim IT PP Addanuriyah 2 Semarang.

Ba’da maghrib jamaah mulai berdatangan. Jamaah Putra bertempat di depan dan utara panggung (panggung menghadap ke barat). Sedangkang jamaah putri bertempat di selatan panggung. Para jamaah disambut group rebana (nama) PP Addanuriyah 2 semarang. Alhamdulillah antusiasme jamaah cukup tinggi, semoga mendapatkan pahala dan berkah disetiap langkah menuju lokasi dan hembusan nafas, Aamiin.

Para Imam Mujahaadah yang insyaallah senantiasa mendapat karomah dari Allah SWT, beliau sekali menempati lenggahan masing-masing. Salajengipun Abah YAI Dzikron Abdullah rawuh disambut sholawat asraqal. Shalawat ini dobawakan dengan sangat merdu dan menggetarkan hat oleh seluruh hadirin.

“Mujahadah ini sekaligus mengeti haulipun simbah kulo, Mbah Sajad. Jadi akan ada 3 pembahasan yang saling terkait yaitu sejarah hidup Mbah Sajad, Kisah nabi Ibrahim AS, dan Ibadah Qurban”, ngendikane Abah Yai Dzikron Abdullah. Mbah Sajad itu satu Angkatan dengan Mbah hasyim Ashari, cucu dari Mbah Abdullah Abdurahman yang ditangkap Belanda dan diasingkan ke Manado. “Mbah Abdullah Abdurahman disareaken teng Manao, insyaallah sekedap maleh sekeluarga bade ziaroh dateng makomipun Mbah Abdullah Abdurahman”, tambah Abah Yai Dzikron Abdullah. Keturunan dan murid beliau bermufakat untuk menanam pohon Sawo yang bermakna menyatukan barisan untuk melawan penjajah Belanda.

Dahulu, Semarang merupakan pusat kemaksiatan seperti premanisme, prostitusi, penjualan daging haram, dll. Mbah Sajad diutus Mbah Sholeh Darat dakwah di Semarang. Beliau kemudian bermukim di Sendangguwo, kecamatan Tembalang, Kota Semarang dikarenakan desa tersebut yang paling rusak akhlaknya dibandingkan desa yang lain. Mbah Sajad mendirikan masjid yang saat itu masih sangat jarang di Semarang. Bisa dikatakan dari 2 kecamatan hanya ada 1 masjid. “Kulo taseh menangi zaman niku, sekarang hampir di seluruh penjuru Semarang terdapat masjid. Mugi mugi jamaahipun kebak sedoyo, Aamiin”, imbuh Abah Yai Dzikron Abdullah.

Mbah Sajad berdakwah mengedepankan ilmu Hikmah terlebih dahulu, baru kemudian di lengkapi dengan ilmu kitab. Waktu itu terdapat suatu kejadian ketika masjid sedang menyelenggarakan ibadah sholat jum’at berjamaah. Ketika muadzin sedang mengumandangkan adzan, terdengarlah suara gamelan ditabuh. “Mbah Sajad nyepatani mugo podo mencret, dilalah mencret tenan”, terang Abah Yai Dzikron Abdullah. Di lain waktu, ketika khotib sedang naik mimbar terdengar lagi suara gamelan. Kali ini Mbah Sajad grundel mugo kobongan, terjadilah kebakaran namun mereka masih belum insaf. Sampai diadakan lomba menyeberangi sungai banjir, Mbah Sajad ngutus Mbah Makruf. Lomba dimenangkan oleh beliau yang menjadikan masyarakat akhirnya memiliki rasa pekewuh kepada mbah Sajad.

Permasalahan tidak selesai sampai di sini, masyarakat setempatmasih menjadikan sendang sebagai sesembahan. Kali ini mbah Sajad krenteg hatinya untuk tidak memberikan doa yang mencelekai mereka. Beliau berinisiatif menutup sendang yang disembah hanya dengan lidi padahal airnya tidak pernah kering sert mengalir cukup deras. Masyarakat tergerak hatinya untuk menghormati Mbah Sajad.

“Sejarah Mbah Sajad wonten sambung kaleh kisahe Nabi Ibrahim AS”, jelas  Abah Yai Dzikron Abdullah. Nabi Ibrahim AS memiliki doa yang mustajab, kekasih oleh yang senantiasa dikabulkan doa doanya. Ketika Nabi Ibrahim AS melihat ada orang yang bermaksiat, beliau selalu mendoakan orang tersebut meninggal dunia, seketika itu pula maut datang menjemput. Sampai ketika Allah SWT menegur Nabi Ibrahim AS lewat mimpi. Allah SWT berfirman bahwasanya “hamba-hambaku yang bermaksiat itu terbagi menjadi 3 golangan yaitu 1) orang yang bermaksiat lalu kemudian dia bertaubat dan diterima taubatnya, 2) orang yang bermaksiat namun Allah SWT menganugerahi anak keturunannya menjadi hamba yang sholeh sholehah dan 3) orang yang bermaksiat nanti di hari kebangkitan, ada yang disiksa dan diringankan siksaannya. Allah SWT mencintai hambaNya seperti ayah pada putranya”.

Setelah itu, Nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk menyembelih nabi Ismail AS putranya. Beliau berkata pada putranya itu “wahai anakku, Allah SWT memerintahkan aku untuk menyembelihmu, bagaimana pendapatmu?”. Nabi Ismail AS menjawab “wahai bapakku, jika itu perintah dari Allah SWT maka laksanakanlah, semoga aku termasuk orang orang yang bersabar”. Namun ketika Nabi Ibrahim AS hendak menyembelih  Nabi Ismail AS, Allah SWT menggantinya dengan kambing yang sangat gemuk dari surga.

Dari situlah umat Nabi muhammad SAW diperintahkan Allah SWT untuk melaksanakan ibadah qurban. Ali Bin Abu Tholib berpendapat bahwa keutamaan qurban dimulai dari  setiap langkah menuju tempat jual hewan qurban yang setiap langkah bernilai 10 kebaikan, akad jual belinya bernilai seperti tasbih yang bernilai 700 kebaikan, dan setiap tetes darah mengandung 10 kebaikan. Masya Allah. Mujahadah Kubro ditutup dengan doa oleh Abah Yai Dzikron Abdullah. Mujahadah Kubro selanjutnya insyaallah akan diselenggarakan kembali pada tanggal 30 Agustus 2020. Semoga kita semua diberi kenikmatan, kesempatan, kelapangan, serta kesehatan untuk beristikhomah menghadiri Mujahadah Kubro selanjutnya. Aamiin ya mujibasaalin.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close